# isHiring lahir dari rekrutmen kami yang berantakan.

Sebelum jadi produk, isHiring adalah masalah rekrutmen kami sendiri. Kami cari tahu apa yang sebenarnya bermasalah, menguji tiap langkah dengan dan tanpa AI selama 9 bulan, lalu membangun tools yang sampai sekarang masih kami jalankan.

Canonical: https://lingkari.com/id/ishiring-story

Dibuat untuk kebutuhan sendiri, lalu dikembangkan bareng partner.

9 bulan: Tiap langkah, dengan dan tanpa AI.

AI kasih skor. Manusia yang putuskan.

- MELAMAR: Staf Gudang (JobStreet), Admin Finance (Halaman karier), Customer Service
- SCREENING: Sales Executive (Sangat cocok), Customer Service (Cukup cocok)
- INTERVIEW: Admin Finance (Terjadwal)
- OFFERING: Ops Lead (Keputusanmu)

## Rekrutmen kami dulu kacau.

Sebelum ada isHiring, beginilah minggu rekrutmen kami. Kami sendiri yang jadi klien dengan masalahnya.

- Screening CV manual, satu per satu
- Lamaran masuk lewat email dan numpuk tanpa dibalas
- Nggak ada tracking. Nggak ada yang tahu kandidat sudah di tahap mana
- Kandidat terus nanya, prosesnya sudah sampai mana
- Jadwal interview diatur manual lewat chat
- Tes dikirim manual ke tiap kandidat
- Nggak ada database kandidat. Pelamar bagus dulu hilang, dan tiap buka loker mulai dari nol
- Kebanyakan file Excel

## Kenapa bikin sendiri, bukan beli jadi?

Kami sempat lihat-lihat job portal dan tools rekrutmen dulu. Ada dua hal yang akhirnya bikin kami memutuskan bangun sendiri.

### Halaman karier milik sendiri

Job portal mempromosikan dirinya sendiri, bukan perusahaanmu. Kami mau halaman karier dengan brand kami, tempat kandidat kenal kami duluan.

### Satu talent pool, nggak tercecer

JobStreet tinggal satu klik. Hubungkan, pasang loker di sana, dan semua pelamarnya otomatis masuk ke isHiring bareng kandidat lain.

Satu pipeline untuk semua pelamar

## 9 bulan uji coba, dengan dan tanpa AI.

Kami bangun ulang proses rekrutmen kami selangkah demi selangkah. Tiap langkah kami coba dengan AI dan tanpa AI, lalu kami pakai yang hasilnya lebih baik.

9 bulan untuk menemukan cara rekrutmen paling efisien, langkah demi langkah.

Cuma satu langkah yang layak pakai AI. Sisanya lebih jalan dengan otomasi biasa.

- **Screening CV**: DENGAN AI Dipakai, TANPA AI Dicoba. YANG DIPAKAI: Skor kecocokan AI dan catatan. Keputusan di tangan manusia.
- **Memindahkan kandidat antar tahap**: DENGAN AI Dicoba, TANPA AI Dipakai. YANG DIPAKAI: Otomasi biasa
- **Jadwal interview**: DENGAN AI Dicoba, TANPA AI Dipakai. YANG DIPAKAI: Otomasi biasa dengan Google Calendar
- **Kirim tes ke kandidat**: DENGAN AI Dicoba, TANPA AI Dipakai. YANG DIPAKAI: Otomasi biasa

## AI kasih skor. Manusia yang putuskan.

Screening adalah tempat AI benar-benar berguna. AI membaca tiap lamaran, kasih skor kecocokan, dan menandai hal yang perlu diperhatikan. Keputusan rekrutmen tetap di tangan manusia, karena hiring butuh sentuhan manusia.

- **AI bantu screening**: Skor kecocokan dan catatan untuk tiap kandidat.
- **Manusia yang putuskan**: Siapa yang lanjut tetap keputusan orang.
- **Otomasi penuh itu opsional**: Perusahaan yang mau, bisa mengotomatiskan langkah itu juga.
- **Sisanya tanpa AI**: Pipeline, jadwal interview, dan kirim tes cukup pakai otomasi biasa.

### Review kandidat

Rina S., Melamar posisi Sales Executive, via JobStreet. AI FIT SCORE: Sangat cocok.

YANG PERLU DIPERHATIKAN: Pengalaman sales B2B beberapa tahun; Pernah pegang key account; Tanyakan pengalaman dengan tim lapangan.

KAMU YANG PUTUSKAN: Nanti dulu / Lanjut interview. Loloskan otomatis yang sangat cocok (Opsional, awalnya nonaktif).

## Sebelum dan sesudahnya.

Tiap masalah di rekrutmen kami dulu sekarang ada solusinya di isHiring. Kebanyakan malah nggak butuh AI.

- Lamaran tercecer di email → Satu pipeline untuk semua kandidat
- Belum punya halaman karier → Halaman karier dengan brand sendiri, di subdomain sendiri
- Undangan interview dikirim manual → Jadwal interview lewat Google Calendar
- Nggak tahu kandidat sudah di tahap mana → Tracking kandidat dan scorecard
- Screening CV manual satu per satu → Skor kecocokan AI dan catatan. Keputusan di tangan manusia.
- Kandidat dari job portal tersimpan terpisah → Hubungkan JobStreet dengan sekali klik. Pelamarnya langsung terkumpul di isHiring.

## Cara yang sama kami pakai buat klien.

isHiring adalah metode Lingkari yang kami terapkan ke masalah kami sendiri. Proyekmu juga lewat empat langkah yang sama.

- 1. **Temukan masalah sebenarnya**. DI ISHIRING: Kami catat semua langkah yang bikin rekrutmen kami lambat. UNTUK BISNISMU: Diagnosis gratis dan peta masalah 1 halaman.
- 2. **Uji dengan dan tanpa AI**. DI ISHIRING: Tiap langkah diuji dua cara selama 9 bulan. UNTUK BISNISMU: Pilot di satu workflow sebelum yang lebih besar.
- 3. **Bangun tools yang pas**. DI ISHIRING: AI di bagian yang hasilnya lebih baik, otomasi biasa di sisanya. UNTUK BISNISMU: Dikerjakan dengan harga fix dan kombinasi tools yang pas.
- 4. **Terus dirawat**. DI ISHIRING: Sampai sekarang kami masih jalankan dan rawat isHiring. UNTUK BISNISMU: Handover, training, dan retainer opsional.

## Mau mulai dari mana?

Pakai tools rekrutmen yang kami bangun, atau biar kami bantu cari masalah sebenarnya di proses bisnismu.

### Rekrutmen, di satu tempat.

Halaman karier plus ATS ringan untuk perusahaan yang rutin rekrutmen. Sudah live dan dipakai, dibangun dan dirawat oleh Lingkari.

https://ishiring.id

- Starter: Rp0, 3 loker aktif, 1 user
- Pro: Rp199rb/bln, atau Rp1,99jt/thn
- Business: Rp499rb/bln, atau Rp4,99jt/thn

### Proses bisnismu juga berantakan?

Dulu masalahnya ada di rekrutmen kami. Punyamu mungkin di leads, order, atau laporan. Mulai dari diagnosis gratis: ngobrol 1 sesi dan dapat peta masalah 1 halaman, termasuk di mana AI cocok dan di mana nggak.

## Booking diagnosis gratis

Isi form ini, nanti kami balas dalam 1 hari kerja buat atur jadwal diagnosis. Sesi ngobrol dan peta masalah 1 halaman ini gratis.

Form: https://lingkari.com/id/ishiring-story#booking

Lebih suka email? hello@lingkari.com
WhatsApp: 0851-2800-2801 (https://wa.me/6285128002801)
